WhatsApp Icon
BAZNAS Kota Bogor Kembali Raih Predikat WTP untuk Laporan Keuangan Pengelolaan Dana ZIS Tahun 2025

BOGOR, 11 Agustus 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bogor kembali menorehkan pencapaian penting dengan meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) untuk tahun anggaran 2025. Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen lembaga dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, serta profesionalisme dalam mengelola amanah dana umat.

 

Opini WTP tersebut diterbitkan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) independen AR Utomo setelah melalui serangkaian tahapan audit yang komprehensif. Hasil audit ini mengonfirmasi bahwa seluruh sistem pencatatan, pengelolaan, dan pelaporan keuangan BAZNAS Kota Bogor telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material dan sepenuhnya patuh pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia, khususnya pedoman PSAK 409 tentang Akuntansi Zakat, Infak, dan Sedekah.

 

"Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. BAZNAS Kota Bogor kembali diamanahkan untuk mempertahankan predikat WTP pada laporan keuangan tahun 2025. Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras seluruh amil dan dukungan penuh dari berbagai pihak. Predikat ini bukan sekadar piagam, melainkan tanggung jawab moral kami untuk terus memastikan bahwa setiap rupiah dana kemanusiaan dan sosial yang dititipkan masyarakat dikelola dengan prinsip kehati-hatian, syar'i, dan berdampak nyata," ujar Subhan Murtadla, Ketua BAZNAS Kota Bogor.

 

Sementara Hussen As Soleh, S.Ag, M.E Wakil Ketua II & IV menyampaikan "Tata kelola Zakat yg profesional merupakan sebuah keharusan utk memberikan dampak positif bukan hanya bagi muzaky yg memberikan amanah dari dana yg dititipkannya, tetapi hrs dpt diakses para mustahiq yg menerimanya, utk bisa lebih bermanfaat yg berkesinambungan, kunci dlm tata kelola itu adalah audit, dr rangkaian kerja yg terencana, terlaksana dan terevaluasi menjadi satu kesatuan yg tdk bisa dipisahka. Predikat WTP ini adalah bonus formal yg dlm hakikatnya akuntabilitas pengelolaan zakat yg dilakukan itu hrs inheren dlm diri amilin dlm bekerja di dua fungsi sebagai penerima zakat dan pelayan buat mustahiq, dan semoga ini menjadi motivasi Baznas Kota Bogor utk terus bekerja secara profesional"

 

Keberhasilan mempertahankan predikat WTP ini diharapkan mampu semakin memperkuat kepercayaan publik (public trust), terutama para muzakki dan donatur di wilayah Bogor dan sekitarnya. Transparansi yang teruji secara independen ini menjadi fondasi utama BAZNAS Kota Bogor dalam mengajak lebih banyak pihak untuk berkolaborasi dalam gerakan kepedulian sosial.

 

Sepanjang tahun 2025, dana Zakat Infak Sedekah dan Dana Sosial keagamaan lainya total sebesar Rp. 5.9 miliar dan telah didistribusikan dan didayagunakan sebanyak Rp. 5 miliar secara optimal melalui berbagai program unggulan. Dana tersebut telah disalurkan untuk mendukung program pengentasan kemiskinan, peningkatan mutu pendidikan, bantuan Biaya kesehatan masyarakat, Bantuan Sponshorsip Program, hingga program pemberdayaan ekonomi bagi para mustahik di Kota Bogor.

 

BAZNAS Kota Bogor mengajak seluruh elemen masyarakat, instansi pemerintah, dan sektor swasta untuk terus bersinergi. Dengan pengelolaan yang transparan dan akuntabel, BAZNAS Kota Bogor siap menjadi mitra strategis dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial yang merata bagi seluruh masyarakat Kota Bogor.

13/08/2026 | Kontributor: Admin
BAZNAS Kota Bogor Serahkan 900 NPWZ ASN Kemenag pada Tausyiah Kebangsaan Bersama Wamenag RI

BOGOR — Momentum keagamaan dan semangat nasionalisme menyatu di MTs Negeri Kota Bogor. Di tengah acara Tausyiah Kebangsaan Kementerian Agama yang dihadiri ratusan elemen masyarakat dan pendidikan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bogor secara resmi menyerahkan Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ) kepada 900 Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan Kantor Kemenag Kota Bogor.

Penyerahan yang menjadi tonggak penting optimalisasi zakat profesi ini berlangsung istimewa karena disaksikan secara langsung oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag) Republik Indonesia Dr. Romo H. R. Muhammad Syafi'i, S.H., M.Hum

Acara Tausyiah Kebangsaan ini diinisiasi sebagai wadah silaturahmi untuk memperkuat harmoni umat beragama dan semangat cinta tanah air. Disisipkannya agenda penyerahan NPWZ dalam acara ini memberikan pesan kuat bahwa kebangsaan dan kepedulian sosial—melalui zakat—adalah dua hal yang saling menguatkan.

Ketua BAZNAS Kota Bogor Menyampaikan "Penyerahan NPWZ bagi 900 ASN hari ini adalah teladan nyata dari keluarga besar Kementerian Agama. Kita tidak hanya berbicara tentang merawat kebangsaan, tetapi mempraktikkan ketaatan beragama dengan berbagi kepada sesama. Dengan NPWZ resmi, ASN Kemenag Kota Bogor memelopori gerakan zakat profesi yang terstruktur dan transparan. Semoga ini menjadi amal jariyah yang membawa keberkahan bagi umat," ungkap Subhan Murtadla, S.Ag, M.E

Ketua BAZNAS Kota Bogor yang menyerahkan NPWZ secara simbolis menuturkan, program ini bertujuan agar pengelolaan zakat profesi para ASN menjadi lebih modern, tercatat dengan baik, dan sah secara negara maupun syariat.

Manfaat Integrasi NPWZ bagi ASN Kemenag merupakan bagian dari Transparansi Pengelolaan, NPWZ yang dipegang oleh ASN dapat dimanfaatkan sebagai bukti pembayaran zakat (BSZ) yang sah untuk pengurang Penghasilan Kena Pajak (PKP). Hal itu juga Memaksimalkan pengumpulan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) untuk disalurkan ke berbagai program bantuan sosial, pendidikan madrasah, dan ekonomi produktif bagi mustahik di Kota Bogor.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Bogor sebagai tuan rumah menegaskan komitmen jajarannya. Pihaknya menyatakan kesiapannya untuk terus berada di garda terdepan dalam syiar zakat. Kegiatan Tausyiah Kebangsaan yang dirangkai dengan penyerahan 900 NPWZ di MTs Negeri Kota Bogor ini diharapkan mampu memantik instansi-instansi lain untuk turut menggalakkan zakat melalui lembaga resmi negara.

22/07/2026 | Kontributor: Admin
Kementerian Agama Kota Bogor dan BAZNAS Kota Bogor Gelar Lebaran Yatim dan Disabilitas 2026

Bogor, 25 Juni 2026 – Dalam rangka menyemarakkan bulan Muharram 1448 Hijriah sekaligus memperkuat kepedulian sosial kepada anak-anak yatim dan penyandang disabilitas, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bogor ikut berkolaborasi pada kegiatan Lebaran Yatim dan Disabilitas Tahun 2026 pada Kamis (25/6/2026) di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Bogor.

Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan kepedulian sosial yang bertujuan untuk menghadirkan kebahagiaan dan memberikan dukungan kepada anak-anak yatim serta penyandang disabilitas di Kota Bogor. 

 

Melalui kolaborasi antara Kantor Kementerian Agama Kota Bogor dan BAZNAS Kota Bogor, bantuan dan santunan disalurkan kepada para penerima manfaat sebagai wujud nyata semangat berbagi dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Pada kesempatan ini Ketua BAZNAS Kota Bogor menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dengan Kantor Kementerian Agama Kota Bogor dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu bentuk optimalisasi pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima manfaat.

Selain penyerahan santunan dan bantuan secara simbolis, kegiatan ini juga diisi dengan doa bersama serta pemberian motivasi kepada para peserta agar tetap optimis dalam menjalani kehidupan dan meraih masa depan yang lebih baik.

Melalui kegiatan Lebaran Yatim dan Disabilitas Tahun 2026, Kantor Kementerian Agama Kota Bogor dan BAZNAS Kota Bogor berharap dapat terus memperkuat semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta menghadirkan kebermanfaatan yang nyata bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak yatim dan penyandang disabilitas di Kota Bogor.

 

 

 

25/06/2026 | Kontributor: Admin
Peringati Tahun Baru Islam, UPZ Sekolah BAZNAS dan Pemkot Bogor Santuni 2.000 Anak Yatim

BOGOR – Menyambut momentum sakral Tahun Baru Islam, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Sekolah BAZNAS Kota Bogor bersinergi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar aksi sosial akbar. Sebanyak 2.000 anak yatim di wilayah Kota Bogor menerima santunan dalam acara yang berlangsung khidmat dan penuh keberkahan tersebut.

Kegiatan mulia ini dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Pangdam III/Siliwangi, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Wakil Wali Kota Bogor, Ketua DPRD Kota Bogor, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor. Kehadiran para tokoh ini menegaskan dukungan penuh kepemimpinan daerah terhadap program kemanusiaan dan kesejahteraan sosial di Kota Bogor.

Momentum Perubahan dan Kebermanfaatan

Dalam sambutannya, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi dari peringatan Tahun Baru Hijriah.

"Peringatan Tahun Baru Islam menjadi momentum untuk meneladani hijrah Rasulullah SAW yang mengajarkan semangat perjuangan, pengorbanan, dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Makna hijrah bukan hanya berpindah tempat, melainkan berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi sesama," kata Dedie.

Ceramah Pangdam III/Siliwangi: Esensi Hijrah yang Sebenarnya

Tak hanya hadir memberikan dukungan, Pangdam III/Siliwangi juga bertindak sebagai narasumber utama yang memberikan ceramah agama pada kegiatan tersebut. Di hadapan ribuan anak yatim dan tamu undangan, beliau menyampaikan pesan keagamaan sekaligus motivasi sosial yang kuat.

"Kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial pergantian tahun, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita bisa berhijrah dari yang baik menjadi lebih baik, meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, dan meningkatkan rasa sosial kepada masyarakat," ujar Pangdam III/Siliwangi dalam ceramahnya.

Sinergi Kuat untuk Dampak Sosial yang Nyata

Kolaborasi antara UPZ Sekolah BAZNAS Kota Bogor, Pemkot Bogor, TNI, dan jajaran Forkopimda ini mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak. Keterlibatan aktif unsur sekolah dalam pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) menunjukkan bahwa ekosistem pendidikan di Kota Bogor berhasil menanamkan nilai-nilai karakter, kepedulian, dan gemar berbagi sejak dini kepada generasi muda.

Pihak BAZNAS Kota Bogor menyampaikan bahwa dana santunan yang disalurkan merupakan hasil penghimpunan ZIS UPZ Sekolah yang dikelola secara transparan dan akuntabel. Melalui sinergi kokoh ini, dibuktikan bahwa potensi ZIS yang dikelola dengan baik mampu memberikan dampak sosial yang masif dan menyentuh langsung anak-anak yang membutuhkan.

Dengan adanya kegiatan ini, seluruh pihak yang terlibat berharap dapat menginspirasi lebih banyak institusi dan wilayah lain untuk terus menghidupkan tradisi berbagi dan peduli sesama, demi terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera, aman, dan religius.

15/06/2026 | Kontributor: Admin
BAZNAS Kota Bogor catat, 15.257 Hewan Kurban yang disembelih, Perputaran Ekonomi Capai Rp115 Miliar

BOGOR – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bogor secara resmi telah merampungkan pendataan hewan kurban pada perayaan Iduladha tahun ini. Berdasarkan hasil rekapitulasi yang dihimpun dari enam kecamatan di wilayah Kota Bogor, tercatat jumlah hewan kurban mencapai 12.097 ekor domba/kambing dan 3.160 ekor sapi.

Ketua BAZNAS Kota Bogor, Subhan Murtadla, menyampaikan bahwa pendataan ini merupakan langkah strategis untuk memetakan potensi kurban di masyarakat, meskipun angka tersebut berada di luar neraca atau diluar pengelolaan langsung BAZNAS Kota Bogor.

"Pencatatan ini kami lakukan sebagai bentuk transparansi dan upaya memotret sejauh mana potensi ekonomi umat dalam ibadah kurban. Jika kita mengonversikan jumlah tersebut ke dalam nilai rupiah, maka perputaran ekonomi dari sektor kurban di Kota Bogor sangat luar biasa," ujar Subhan dalam keterangannya.

Subhan merinci perhitungan tersebut berdasarkan harga rata-rata yang berlaku di lapangan. Untuk 12.097 ekor domba/kambing dengan asumsi harga rata-rata Rp3 juta per ekor, nilainya mencapai Rp36 miliar. Sementara itu, untuk 3.160 ekor sapi dengan asumsi harga rata-rata Rp25 juta per ekor, nilainya mencapai Rp79 miliar.

"Jika ditotal secara keseluruhan, potensi ekonomi dari pencatatan hewan kurban di luar neraca BAZNAS Kota Bogor ini mencapai angka Rp115 miliar. Ini adalah angka yang sangat fantastis dan menunjukkan besarnya semangat berbagi serta kepedulian sosial masyarakat Kota Bogor melalui momentum Idul adha," tambahnya.

Ia menegaskan bahwa data ini menjadi indikator positif tingkat kesadaran masyarakat dalam berkurban yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurutnya, besarnya nilai ekonomi ini mencerminkan betapa kuatnya potensi filantropi Islam dalam membantu pemerataan gizi masyarakat melalui penyaluran daging kurban yang merata hingga ke pelosok kecamatan.

BAZNAS Kota Bogor sendiri mengadakan festival kurban yang diadakan di RW 2 Lembur sawah, Mulyaharha, Bogor Selatan Kota Bogor, dengan memotong 49 ekor kambing, dan dibagikan kepada 250 orang wilayah sekitar dan 240 kepada masjid yang mengajukan sebelumnya kepada baznas kota bogor.

"Kami mengapresiasi seluruh masyarakat dan petugas kecamatan yang telah kooperatif dalam proses pendataan ini. Semoga semangat berkurban ini dapat terus menjadi penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga di Kota Bogor," pungkasnya.

02/06/2026 | Kontributor: Admin

Berita Terbaru

Baznas Kota Bogor, Roadshow Ke Puskesmas Puskesmas, Gerakan Program "Jumat Menyemai Berkah"
Baznas Kota Bogor, Roadshow Ke Puskesmas Puskesmas, Gerakan Program "Jumat Menyemai Berkah"
Baznas Kota Bogor, Road Show Ke Puskesmas Puskesmas, Gerakan Program "Jumat Menyemai Berkah" Jum'at (8/09/2023) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bogor , menjemput keberkahan pada setiap hari jum’at, dengan program "Jumat Berkah". Program ini dengan membagikan puluhan paket makanan setiap hari Jum’at, sebelum pelaksanaan shalat jumat. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dalam rangka memperbaiki asupan gizi masyarakat. Lokasi pembagian makanan ini, dipusatkan di tempat masyarakat berobat yakni di puskesmas- puskesmas yang ada di Kota Bogor. Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Bogor, Hussen As Soleh, S.Ag, M.E mengatakan “bantuan ini merupakan ikhtiar dari kebaikan yang terus dilakukan masyarakat melalui BAZNAS Kota Bogor, yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat ”. Masyarakat merasa sangat senang dengan adanya program Jum’at Berkah ini dan berharap supaya kegiatan ini dapat terus berkelanjutan. Hussen As Soleh, S.Ag, M.E. Juga berharap kegiatan ini dapat terus diselenggarakan agar semangat untuk berbagi ini juga diharapkan dapat meningkatkan semangat seluruh masyarkat Kota Bogor. "Alhamdulillah, hari ini tim Divisi Pendistribusian BAZNAS mendistribusikan makanan siap saji berupa makanan di Puskesmas Bogor Utara (8/09/23).” Ujar Moh Nurdat Ilhamsyah Wakil Ketua II BAZNAS Kota Bogor. BAZNAS Kota Bogor mengucapkan terima kasih atas uluran tangan dari donatur yang telah berbagi dengan masyarakat rentan yang membutuhkan bantuan. Semoga keberkahan selalu menyertai kita semua. Bagi masyarkat yang ingin turut serta dalam program Jum'at Berkah bisa tranfser melalui Rekening Kemanusiaan BAZNAS kota Bogor BCA 0953047745, BSI 7002678688. Informasi lebih lanjut dapat menghubunig Whatsapp Center 0811-1134-202
BERITA08/09/2023 | Admin
5 Ahli Sedekah yang Tidak Diterima Pahalanya
5 Ahli Sedekah yang Tidak Diterima Pahalanya
Sedekah adalah perbuatan terpuji berupa pemberian dari seseorang kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Sedekah dapat dilakukan tidak hanya dengan memberikan sebagian harta, berbuat baik seperti tersenyum, memberi bantuan kepada orang lain, bertutur kata yang baik dan mengajak kebaikan pada orang lain juga termasuk bagian dari sedekah. Sedekah sangat disukai oleh Allah SWT., juga memberi banyak manfaat kepada pelakunya, yaitu mendapat ganjaran pahala dari Allah SWT, dapat memberikan ketenangan dan kebaikan di dalam batin, dapat membuat diri dan orang lain merasa lebih bahagia dalam menjalani hidup, serta yang pasti dapat membawa keberkahan hidup. 5 Ahli Sedekah yang Tidak Diterima Pahalanya Namun, tahukah Anda bahwa dalam melakukan sedekah terdapat beberapa golongan orang atau beberapa ahli sedekah yang tidak diterima pahalanya oleh Allah SWT. Kenapa demikian? Berikut 5 ahli sedekah yang tidak diterima pahalanya: 1. Sedekahnya orang kafir Allah SWT. tidak akan menerima amalan sedekah tersebut dan tidak memberikan pahala kepada orang yang kafir. Hal ini dijelaskan di dalam Q.S. At-Taubah ayat 54: "Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan (terpaksa)." 2. Sedekah orang yang gemar riya Pada dasarnya perbuatan riya berasal dari hati yang tidak ikhlas dan tidak tulus. Orang yang melakukan sedekah hanya untuk mendapat pujian. Hal ini dapat membuat pahala sedekahnya tidak diterima oleh Allah SWT. Allah SWT. sangat membenci orang yang bersedekah hanya untuk riya. Sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 264: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan Hari Kemudian." 3. Sedekah orang yang melakukan penipuan Allah SWT. sangat menyukai hamba-Nya yang gemar bersedekah, tapi untuk bersedekah sumber hartanya haruslah dari sumber yang halal. Jika seseorang mengaku bersedekah tapi hartanya didapat dari hasil menipu orang lain, maka hal ini dapat membuat Allah SWT. murka dan tidak akan menerima amalan sedekah orang tersebut. 4. Sedekah orang yang tidak ikhlas atau gemar mengungkit Orang yang suka mengungkit sedekah, bisa jadi tidak ikhlas dalam sedekahnya, terlebih jika sedekah tersebut kepada sanak, saudara, atau kerabat, ketika diungkit ini akan menyakiti perasaan penerimanya. Ini merupakan perbuatan yang buruk. Allah SWT. murka kepada orang yang memiliki sifat gemar mengungkit, sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 264: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan Hari Kemudian." 5. Sedekah orang yang melakukan perbuatan buruk Jika ingin bersedekah, pastikan diri kita melakukannya dengan niat yang baik, sumber yang baik dan melakukan dengan cara yang baik pula. Sebagaimana Allah berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 267: "Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji."
BERITA01/09/2023 | Admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Bogor.

Lihat Daftar Rekening →